Lihat
status2 di malam pertama yuuk
(Tolitoli,
9 Juli 2013. 21:21)
Alhamdulillah,
masih bertemu dengan Ramadhan kali ini. Tak tahu lagi kata apa ataupun kalimat
apa yang pants menggambarkan bagaimana dada ini bergetar, linangan ke pipi
jatuh dan sesaknya dada menahan haru ketika diperkenankan masih bertemu dengan
bulan penuh berkah ini. Maka salah satu bentuk kesyukuran sebagai hamba adalah
dengan meningkatkan kualitas ibadah sebanyak-banyaknya dan setinggi-tingginya.
Semoga kita semua diberi kekuatan untuk terus rutin menjalankannya. Banyak hal
yang menarik di Ramadhan tahun ini, sehingga sayapun bingung harus bercerita
tentang apa. Namun yang paling menarik sehingga menyita peratian saya salah
satunya adalah status-status BBM rang-orang, yang masuk dalam daftar teman saya
partinya, hehehe.
Baru
saja beberapa hari yg lalu saya sedikit digalaukan oleh status teman-teman BBM
dan Broadcast-Broadcast mereka tentang DP (Display Picture) yang tdk bias
terganti, mka hrus BC (Broadcast) pesan tertentu untuk bias terganti otomatis
dalam 5 menit. (Memang ada-ada saja user Blackberry Indonesia khususnya
Sulawesi Tengah. Kali ini, status teman-teman BBM saya cukup menarik, entah
mereka sudah janjian untuk membuat status yang sama ataukah memang perasaan
yang tertuang dengan reflex ketika sedang mengarang status-status itu.
Sehari
sebelum sidang Isbat.
“Puasa
besok atau lusa yah? Pemerintah, cpt dong ditentukan, sdh tdk sabar nih”
“Ada
yg blg besok sudh mulai puasa, tp ada juga yg blg puasanya nnti lusa. Bingung”
“Daripada
pusing ikut pemerintah, atau Muhammadiyah. Mending Tanya mama kpan puasa. Hiks
hiks hiks rindu mama papa di kampong”
Kali ini sepertinya
status anak rantau, biasalah, karena kuliah jd harus meninggalkan orang tua di
kampung halaman.
Ada lagi status
yang H2C (Harap-harap cemas).
“Aduuh, puasa besok atau lusa ya? Deg degan
menunggu hasil siding nanti malam”
“Pemerintah
vs Muhammadiyyah, ayo pilih mana?”.
Ada juga status
yang tetap sabar menunggu keputusan seraya berdo’a dan memohon petunjuk.
“Alhamdulillah,
Ramadhan tiba. Berikan petunjukmu ya Allah agar pemerintah memutuskn waktu
hilal yg benar, aamiin.”
“Apapun
keputusannya, semoga diridhai Allah SWT, dan kami menerima u/ menjalankannya”
Dan Ada pula yang
lebih bijak, tentunya ini bukan sekelompok anak2 alay ataupun jagiir-jagiir.
Melainkan kelompok para akademis atau aktivis.
“Perbedaan
adalah rahmat, puasa hari ini atau lusa gak masalah, yg masalah itu yg gak
puasa”
“Kerjakanlah
sesuatu yang kamu mempunyai ilmu tentangnya, puasa besok, monggo. Puasanya lusa
yuk mari yg pentig punya Dalil yang kuat”
Hhmmm
iya dong, harusnya memang seperti itu, herannya bukankah ini terjadi setiap
tahun? Kenapa nanti sekarang saya merasakan kegalauan orang2 tentang penetuan
awal Ramadhan. Atau karena saya jadi user Blackberry baru tahun ini ya? (hehehe
iya kali). Tapi sebelum-sebelumnyapun seperti itu. Bisa terssssgambar di status
facebook, twitter untuk dumay, bahkan seingat saya, kami pernah sekeluarga
duduk stay tune depan TV dengan pakaian lengkap untuk shalat (berjama’ah di
masjid) menunggu hasil keputusan sidag Ishbat malam itu, dan kalau tidak salah
ingat pelaksanaan shalat isya d masjid saat itu tertunda karena jama’ah masih
binggung akan tarawih selepas isya atau belum.
Kembali
lagi ke status-status BBM, memang ramai membicarakan tentang itu. Dari user
yang masih brondong sampai yang sudah berumurpun dengan variasi ungkapan
perasaan yang berbeda-beda. Belum lagi Broadcast tentang permohonan maaf
sebelum memasuki bulan Ramadhan, sebenarnya tidak masalah sih, maaf memaafkan
memang baik. Tapi sangat aneh ketika pesan yang diterima 2 sampai 5 orang isi
pesannya sama persis titik komanya, hanya beda di nama saja. Yang jadi
pertanyaan siapa sebenarnya yang merangkai kata-kata itu awalnya, seandainya
punya hak cipta pasti orang-orag yang copast sudah kena sanksi, betapa tidak
kreatifnya anak Indonsia. Bahkan ada yang belum puas BC jenis pesan yang pantun,
BC pesan lagi yang ada gambar kartu ucapannya, BC lagi pesan yang ada hadistnya
walaupun beum jelas asal usul atau sanad hadistya dari mana, isinya sama pula.
Yah, apapun itu tergantung bagaimana kita masing-masing menyikapi. Minimal
memaafkan yang tulus dari hati tanpa perlu BC ke semua teman, Allah maha tahu
kok.
Malam
pertama tarwih(9 Juli)
“On
the way masjid, siap2 tarawih”
“aduh
mau shalat di masjid mana bagus,e”
“Sudah
malam pertama tarwih, mukena pesanan belum dating-datang juga”
“Marhaban
ya Ramadhan, tarwih yuuk”
“Mau
pi tarwih tapi perut dan kepala mendadak sakit, besok malam jo ya Allah”
“Tarwih
deng taman-taman kost di masjid dekat komplek, rindu mama papa, hiks hiks hiks”
“Gara-gara
telat ke masjid, tdk dpt tempat. Full euuy, malam pertama noh. Terpaksa tarwih
sendirian di kost”
“On
the way masjid agung, let’s pray”
“On
the way tarwih bareng teman2, siksa juga puasa jauh dr keluarga”
Hhhmmm,
bervariasi yah, semua tentang tarwih. Ada yang jadilah, setengah jadilah dan
tidak jadi tarwih sama sekali. Alasannya hanya karena sakit perut dan sakit
kepala. Adi ingat kisah nabi Ayub AS yang sakitnya sekujur tubuh, hanya
bibirnya saja yang masih mampu menyebut asma Allah SWT, tp beliau tetap shalat.
Yah semoga saja orang yang tidak jadi tarwih di masjid karena sakit perut dn
kepala tai tetap mengerjakan sahalat isya di rumah/kosnya samai sebelum iya
meminum obat untuk segera beristrhata agar bias memenuhi janjinya di besok
malam. Kita berpositif thinking saja. J
Tapi yang jadi
pertanyaan, kapan yah mereka update status On the way itu? Apakah habis
berwudhu? Saat menggunakan pakaian shalat? Saat di jalan? Atau sudah masuk
dalam masjid? Jangan sampai update status menjadi salah satu rukun dalam
ibadah. Atau jangan samai membawa handphone di masjid dan lupa untuk mematikan
suaranya mengganggu konsentrasi ibadah orang lain. Semoga saja tidak ya
sahabat. Dan semoga setiap malam on the way-nya ke masjid, karena kata salah
satu ustadz yang ceramah (dapat info dr status BBM juga, hehe J) malam pertama statusnya orang Palu OTW Masjid,
malam-malam terakhir statusnya orang Palu OTW Pertokoan, Mall tatura, Palu
Plaza untk beli baju lebaran. Hehehe.
Pulang
dari masjid
“Alhamdulillah,
tarwih malam pertama lancer”
“Tarwih
tanpa keluarga, rindu mama papa kalau pulang tarwih bgni”
“Pulang
tarwih dap alia cowo ganteng, besok shalat di masjid itu lagi ahh”
Dan masih banyak
lagi tentang “PULANG TARWIH”. Tentunya denga DP yang mendukung, Peci haji +
baju koko putih. Ada juga yang lagi kejar setoran atau mungkin memang harus
lembur.
“Pulang
masjid langsung ngantor”
“Tetap
balik ngantor, bos menunggu”
Atau
yang kelaparan karena hujan-hujanan dari masjid.
“Pulang
tarwih lanjut makan, nyamm nyamm”
“Habis
tarwih makan dulu baru bobo”
“Makan
memang banyak-banyak, besok sudah tidak bias makan sampai berbuka”
Yaah,
bukan masalah sih, kasihan kan kalau orang lapar ditahan-tahan, yang penting
jangan Karena kelaparan bawa bekal di masjid dan makan di antara waktu Isya dan
tarwih sambil dengar ceramah, apa kata piknik di masjid yam as bro? hehehe J…
(NadiaAzzahraApok.9.Juli.2013.22:28)
kirain malam pertama apaan. heheheh
BalasHapusmalam pertama Ramadhan dek... hehehe
BalasHapus