Selasa, 16 Juli 2013

Lihat status2 di malam pertama yuuk



Lihat status2 di malam pertama yuuk
(Tolitoli, 9 Juli 2013. 21:21)

Alhamdulillah, masih bertemu dengan Ramadhan kali ini. Tak tahu lagi kata apa ataupun kalimat apa yang pants menggambarkan bagaimana dada ini bergetar, linangan ke pipi jatuh dan sesaknya dada menahan haru ketika diperkenankan masih bertemu dengan bulan penuh berkah ini. Maka salah satu bentuk kesyukuran sebagai hamba adalah dengan meningkatkan kualitas ibadah sebanyak-banyaknya dan setinggi-tingginya. Semoga kita semua diberi kekuatan untuk terus rutin menjalankannya. Banyak hal yang menarik di Ramadhan tahun ini, sehingga sayapun bingung harus bercerita tentang apa. Namun yang paling menarik sehingga menyita peratian saya salah satunya adalah status-status BBM rang-orang, yang masuk dalam daftar teman saya partinya, hehehe.
Baru saja beberapa hari yg lalu saya sedikit digalaukan oleh status teman-teman BBM dan Broadcast-Broadcast mereka tentang DP (Display Picture) yang tdk bias terganti, mka hrus BC (Broadcast) pesan tertentu untuk bias terganti otomatis dalam 5 menit. (Memang ada-ada saja user Blackberry Indonesia khususnya Sulawesi Tengah. Kali ini, status teman-teman BBM saya cukup menarik, entah mereka sudah janjian untuk membuat status yang sama ataukah memang perasaan yang tertuang dengan reflex ketika sedang mengarang status-status itu.

Sehari sebelum sidang Isbat.
“Puasa besok atau lusa yah? Pemerintah, cpt dong ditentukan, sdh tdk sabar nih”
“Ada yg blg besok sudh mulai puasa, tp ada juga yg blg puasanya nnti  lusa. Bingung”
“Daripada pusing ikut pemerintah, atau Muhammadiyah. Mending Tanya mama kpan puasa. Hiks hiks hiks rindu mama papa di kampong”

Kali ini sepertinya status anak rantau, biasalah, karena kuliah jd harus meninggalkan orang tua di kampung halaman.
Ada lagi status yang H2C (Harap-harap cemas).
Aduuh, puasa besok atau lusa ya? Deg degan menunggu hasil siding nanti malam”
“Pemerintah vs Muhammadiyyah, ayo pilih mana?”.

Ada juga status yang tetap sabar menunggu keputusan seraya berdo’a dan memohon petunjuk.
“Alhamdulillah, Ramadhan tiba. Berikan petunjukmu ya Allah agar pemerintah memutuskn waktu hilal yg benar, aamiin.”
“Apapun keputusannya, semoga diridhai Allah SWT, dan kami menerima u/ menjalankannya”
Dan Ada pula yang lebih bijak, tentunya ini bukan sekelompok anak2 alay ataupun jagiir-jagiir. Melainkan kelompok para akademis atau aktivis.
“Perbedaan adalah rahmat, puasa hari ini atau lusa gak masalah, yg masalah itu yg gak puasa”
“Kerjakanlah sesuatu yang kamu mempunyai ilmu tentangnya, puasa besok, monggo. Puasanya lusa yuk mari yg pentig punya Dalil yang kuat”

Hhmmm iya dong, harusnya memang seperti itu, herannya bukankah ini terjadi setiap tahun? Kenapa nanti sekarang saya merasakan kegalauan orang2 tentang penetuan awal Ramadhan. Atau karena saya jadi user Blackberry baru tahun ini ya? (hehehe iya kali). Tapi sebelum-sebelumnyapun seperti itu. Bisa terssssgambar di status facebook, twitter untuk dumay, bahkan seingat saya, kami pernah sekeluarga duduk stay tune depan TV dengan pakaian lengkap untuk shalat (berjama’ah di masjid) menunggu hasil keputusan sidag Ishbat malam itu, dan kalau tidak salah ingat pelaksanaan shalat isya d masjid saat itu tertunda karena jama’ah masih binggung akan tarawih selepas isya atau belum.

Kembali lagi ke status-status BBM, memang ramai membicarakan tentang itu. Dari user yang masih brondong sampai yang sudah berumurpun dengan variasi ungkapan perasaan yang berbeda-beda. Belum lagi Broadcast tentang permohonan maaf sebelum memasuki bulan Ramadhan, sebenarnya tidak masalah sih, maaf memaafkan memang baik. Tapi sangat aneh ketika pesan yang diterima 2 sampai 5 orang isi pesannya sama persis titik komanya, hanya beda di nama saja. Yang jadi pertanyaan siapa sebenarnya yang merangkai kata-kata itu awalnya, seandainya punya hak cipta pasti orang-orag yang copast sudah kena sanksi, betapa tidak kreatifnya anak Indonsia. Bahkan ada yang belum puas BC jenis pesan yang pantun, BC pesan lagi yang ada gambar kartu ucapannya, BC lagi pesan yang ada hadistnya walaupun beum jelas asal usul atau sanad hadistya dari mana, isinya sama pula. Yah, apapun itu tergantung bagaimana kita masing-masing menyikapi. Minimal memaafkan yang tulus dari hati tanpa perlu BC ke semua teman, Allah maha tahu kok.

Malam pertama tarwih(9 Juli)
“On the way masjid, siap2 tarawih”
“aduh mau shalat di masjid mana bagus,e”
“Sudah malam pertama tarwih, mukena pesanan belum dating-datang juga”
“Marhaban ya Ramadhan, tarwih yuuk”
“Mau pi tarwih tapi perut dan kepala mendadak sakit, besok malam jo ya Allah”
“Tarwih deng taman-taman kost di masjid dekat komplek, rindu mama papa, hiks hiks hiks”
“Gara-gara telat ke masjid, tdk dpt tempat. Full euuy, malam pertama noh. Terpaksa tarwih sendirian di kost”
“On the way masjid agung, let’s pray”
“On the way tarwih bareng teman2, siksa juga puasa jauh dr keluarga”

Hhhmmm, bervariasi yah, semua tentang tarwih. Ada yang jadilah, setengah jadilah dan tidak jadi tarwih sama sekali. Alasannya hanya karena sakit perut dan sakit kepala. Adi ingat kisah nabi Ayub AS yang sakitnya sekujur tubuh, hanya bibirnya saja yang masih mampu menyebut asma Allah SWT, tp beliau tetap shalat. Yah semoga saja orang yang tidak jadi tarwih di masjid karena sakit perut dn kepala tai tetap mengerjakan sahalat isya di rumah/kosnya samai sebelum iya meminum obat untuk segera beristrhata agar bias memenuhi janjinya di besok malam. Kita berpositif thinking saja. J
Tapi yang jadi pertanyaan, kapan yah mereka update status On the way itu? Apakah habis berwudhu? Saat menggunakan pakaian shalat? Saat di jalan? Atau sudah masuk dalam masjid? Jangan sampai update status menjadi salah satu rukun dalam ibadah. Atau jangan samai membawa handphone di masjid dan lupa untuk mematikan suaranya mengganggu konsentrasi ibadah orang lain. Semoga saja tidak ya sahabat. Dan semoga setiap malam on the way-nya ke masjid, karena kata salah satu ustadz yang ceramah (dapat info dr status BBM juga, hehe J) malam pertama statusnya orang Palu OTW Masjid, malam-malam terakhir statusnya orang Palu OTW Pertokoan, Mall tatura, Palu Plaza untk beli baju lebaran. Hehehe.

Pulang dari masjid
“Alhamdulillah, tarwih malam pertama lancer”
“Tarwih tanpa keluarga, rindu mama papa kalau pulang tarwih bgni”
“Pulang tarwih dap alia cowo ganteng, besok shalat di masjid itu lagi ahh”

Dan masih banyak lagi tentang “PULANG TARWIH”. Tentunya denga DP yang mendukung, Peci haji + baju koko putih. Ada juga yang lagi kejar setoran atau mungkin memang harus lembur.
“Pulang masjid langsung ngantor”
“Tetap balik ngantor, bos menunggu”
Atau yang kelaparan karena hujan-hujanan dari masjid.
“Pulang tarwih lanjut makan, nyamm nyamm”
“Habis tarwih makan dulu baru bobo”
“Makan memang banyak-banyak, besok sudah tidak bias makan sampai berbuka”

Yaah, bukan masalah sih, kasihan kan kalau orang lapar ditahan-tahan, yang penting jangan Karena kelaparan bawa bekal di masjid dan makan di antara waktu Isya dan tarwih sambil dengar ceramah, apa kata piknik di masjid yam as bro? hehehe J
(NadiaAzzahraApok.9.Juli.2013.22:28)

2 komentar: